Minggu, 29 Desember 2019

Letihmu


Dulu ada yang mengeluh tentang hari yang sangat melelahkan,
Menjelang gelap bicaranya pun semakin melambat
Sandarkan kepala di bahuku
Sembari senyum, letihmu hanya ingin mengadu
kala itu, ada aku
mendengarkan...

-iza

Jumat, 27 Desember 2019

Damba

Beri aku stimulus itu, reaksiku pun takkan lagi sama
Tenanglah...
Kita telah tumbuh karna waktu
Jangan bungkam, terima saja
Kita mendewasa
Jangan mengelak, akui saja
Itulah apa adanya


Kemarilah tak apa, 
sakadar tuk bertanya
Bercerita saja tak apa
tanpa terpaut rasa
kirimlah pesan tak apa,
sapaanmu adalah damba


-iza

Kamis, 26 Desember 2019

Terperangkap !



Terdengar gemuruh..
Tarik nafasku perlahan dan kuhembuskan pelan kala menatap
Di bawah abu, aku mengenangmu

Karsa ini ingin tetap tinggal
Pada siapa bermuara makin sakit rasanya kala menjadi tanya..

Diruang tunggu...
Jiwa terbakar ketaksaan!
Ingin ku tepis karena benci yang teramat sangat,namun euforia sesaat ini mengikat
Kacau rasaku bersatu tanpa aku setuju
Kenapa terasa atmamu mencumbui jiwa?

Tidak jelas dengan semua keresahan ! Melangkah tanpamu terlalui tanpa perduli sasra, tetapi kau yang mengisi jiwa tanpa perduli jarak seolah muaraku adalah dikau..

Tidak adil !

 -iza

Senin, 23 Desember 2019

Nama

      Saya kesana tanpa rencana, berjalan mencari makan malam sampai dititik yg membuat saya terhenti ,saat melihat sekumpulan stand makanan yang menimbulkan tanda tanya, akhirnya harus dijawab dengan menghampirinya. Tanda tanyaku terjawab ternyata sekumpulan ini acara festival makanan kampus mereka.
Sebelumnya saya tidak tau bahwa akan adanya pertunjukan musik namun sesampainya disana saya pun mulai menikmatinya. 

     Singkat cerita seketika hujan turun lalu datanglah gerombolan yang paling ditunggu panitia sebagai penutup acara.  Saya pun menyingkir berteduh di tenda. Gerombolan itu saling memperkenalkan diri, kebetulan saya merekam salah satu personil dari perkenalan mereka karena saya tau mereka akan bernyanyi. 

  Sorak dari panitia kala tu sangat menyanjungin mereka, sepertinya mereka memang hal yang paling ditunggu. Vokalis mulai bernyanyi dengan menikmati dunianya, pembawaanya yang komunikatif jelas membuat mata tak bosan memandangnya. Namun ketika di lagu akhir yaitu "fix you - coldplay" atmosfer nya tiba-tiba berubah saya mulai sangat tertarik untuk bergabung bernyanyi dan mulai merekam dari awal, vokalis itu bernyanyi sambil menceritakan latar belakang lagu, membawa saya untuk masuk ke dunianya sesaat. Dia pun tidak segan mengambil nada tinggi, bernyanyi dengan cara dia sendiri.

    Disini tanda tanya yang tak terduga muncul, rasa penasaran saya  dengan vokalisnya,  bukan sekadar kepo tapi ini lebih personal, tentang dia yang mencoba menyampaikan pesan, bercerita dalam lagu, dan caranya yang hanya dimiliki oleh dia. Saya kebingungan tak menemukan titik terang karena tanda tanya terus menghantui saya akan dia. Lalu tiba-tiba ingatanku memperingatiku akan rekaman tadi, ada salah satu nama personil yang terekam. 

  Pencarian dunia maya pun saya lakukan. "Ketemu !"....
kata yang terucap saat itu.
"Ini personil yang pemain saksofon sang pemikat para wanita kala itu." Ucap dalam hati.

 Saya pun mengirim pesan dan menyampaikan maksud untuk mengetahui tentang vokalis itu. Responnya sangat ramah mungkin sedikit aneh dan tertawa karena aku terlalu kaku untuk bertanya.

 "Dapat !"....
   Setelah pencarian saya post sbagian rekaman kala ia bernyanyi, tak segan untuk klik "ikuti" dan apa selanjutnya yang terjadi ? Tanda tanya itupun berakhir dengan nama.